Berbagai tingkatan roasting pada kopi mulai dari green bean sampai “super gosong”. Lol.

 

Light roast                                                                              

Untuk mereka yang menyukai kopi dengan tekstur mirip seperti teh dan karakteristik lembut, light roast adalah tingkat sangrai yang cocok. Kamu bisa memeriksa biji kopi yang dibeli untuk mengetahui tingkatannya. Biji kopi yang disangrai secara light umumnya bukan hanya akan terlihat seperti “versi paling muda” dari warna coklat kopi, tapi juga tidak ada kilau minyak yang terlalu kelihatan di permukaan biji kopi.

Semakin lama biji kopi disangrai, maka akan semakin banyak juga minyak yang akan muncul di permukaan biji kopi. Karena biji kopi ‘light roasted’ cenderung disangrai dalam waktu yang tidak lama –dan kadang dalam temperatur rendah, minyak kopi pun belum sempat muncul ke permukaan biji kopinya.

 

Medium roast

Teksturnya sedikit mirip teh dan setingkat lebih “tanned” dari light roast. Hampir sama seperti light roast, jika melihat biji kopi yang disangrai dalam level ini, maka kita pun tidak akan menemukan minyak kopi yang terlalu kentara pada bijinya. Namun jika kamu mencoba dua kopi seduhan ala manual brew yang masing-masing disangrai dengan light dan medium, maka kamu akan merasakan perbedaannya.

Kopi yang disangrai dalam level medium cenderung memiliki rasa yang lebih intens dibandingkan dengan light, tapi kadarnya tetap tidak sekuat dark roast. Karena ia mampu menghadirkan rasa dan komposisi yang pas, tidak heran kalau level roasting ini pun cukup popular di banyak roaster.   

 

Medium-dark roast

Selanjutnya dalam spektrum rasa kopi adalah level medium-dark. Ini adalah tingkatan yang akan menghadirkan body lebih heavy dan lebih intens pada kopi. Biji yang disangrai dalam level ini cenderung sudah memiliki tampilan kemilau minyak pada permukaan biji kopi. Ketika diseduh pun rasanya sudah lebih membentuk karakter pahit-manis yang nikmat.

 

Dark roast and beyond

Kopi-kopi dark roast (dan level di atasnya semacam Italian, Vienna atau French roast), umumnya dilakukan jika kopi tersebut akan ditambahkan lagi dengan campuran susu, gula dan sebagainya menjadi entah cappuccino, latte, flat white dan sebagainya. Jarang sekali kopi seduh manual, alias manual brew, yang menggunakan level sangrai ini. Kopi dark roast pada dasarnya hampir tidak lagi menyimpan karakter apapun selain rasa gosong dan pahit yang hangus. Sekiranya pun ada karakter asli tersisa, itu pun sudah sangat sedikit sekali. Keunggulan kopi dark roasted ini, menurut saya, terlerak pada aromanya yang wangi dan harum begitu diseduh dengan air panas.

Untuk mengenali biji kopi dark roast kita bisa melihat dari biji kopinya. Biasanya kopi yang disangrai dalam level ini terlihat sangat mengkilap karena oil atau minyak (kopi) yang dikandungnya dikeluarkan cukup banyak akibar proses sangrai yang lama. Oh, satu lagi keunggulan kopi level dark roast ini menurut saya adalah.. cantik difoto, untuk Instagram. Lol.

 

Mengetahui jenis-jenis tipe roasting ini, sekali lagi, sangat penting untuk membantu penggemar kopi memilih apa yang mereka sukai dan apa yang akan mereka beli. Tapi yang perlu diingat adalah standar “tingkatan jenis roasting” di berbagai roaster itu berbeda-beda pula. Misalnya, kopi light roast di Roaster A mungkin dikategorikan sebagai light roast, tapi jika dibandingkan dengan light roast di Roaster B bisa saja tekstur dan karakteristiknya sedikit lebih dark. Dan seterusnya.(majalah.ottencoffee)

Salah satu produk kopi dengan Level Roasting Medium adalah kopi yang diproduksi Aman Kuba Coffee

ARABICA GAYO WINE COFFEE
================================
Kopi Rasa Anggur, dijamin 100% Halal dan tidak Memabukkan”

——————————————————–
APA YANG MEMBUAT KOPI GAYO WINE BEGITU ISTIMEWA?

#. 100% Non Alkohol & Kimia
#. Low Caffein
#. Biji Kopi Pilihan Terbaik
#. Cita Rasa “Buah Anggur”
#. Proses Fermentasi 45 Hari
#. Cupping Score 8,5

ORDER