JENIS DAN VARIETAS KOPI GAYO

Keberadaan kebun kopi di daerah Gayo, berkembang pada awal kolonial Belanda bahkan terdapat beberapa daerah yang masih bernuansa Belanda seperti Pilar, Rendines serta Bergendal. Beberapa peninggalan justru masih berkaitan dengan kolonial seperti LTA 77 di Pondok Gajah sebagai tempat pengolahan kopi gayo di kabupaten Bener Meriah.

Suatu keunikan, di dataran tinggi Gayo banyak ditemukan berbagai varitas kopi arabika, jenis kopi yang ditemukan dalam satu kebunpun umumnya jarang yang single variety.

  • Timtim sekarang disebut varitas Gayo 1
  • Borbor (BourBon ) / varietas Gayo 2
  • Varitas P88 / Gayo 3
  • Longberry (hybrido de tymor).
  • Ateng perawakan pendek dan berbuah lebat (sejenis Caturra variety).
  • Ateng pucuk merah
  • Ateng Jaluk yang berasal dari daerah Jaluk
  • Ateng kuning (yellow caturra)
  • Pecahan dan jenis timtim
  • Kopi Jemen (sebutan untuk lini S 972, atau Jember) atau varietas Sidikalang.
  • Kupi Ramong (asal Abbysinia DSC01872 Ethopia seri 7 atau 9) yang cita rasanya luar biasa enak.
  • Jenis typica yang konon sudah mulai langka di tingkat dunia.
  • Jenis kopi mocha, hanya ada di 2 negara yaitu Ethopia dan Yaman, juga ada di gayo.

Sekarang berbagai varitas kopi dengan segala keunikannya tersebar di perkebunan kopi Gayo dengan tekstur tanah berbatu, tanah liat hingga tanah berpasir. Jenis dan Varietas kopi arabika Gayo yang banyak ditanam, yaitu :

  • Bergendal, Varietas Bergendal termasuk varietas atau kultivar kopi Arabika lokal, tumbuh di ketinggian 1.200 – 1.500 m dpl, sangat rentan terhadap penyakit Karat Daun (Hemileia vastarix, B. et, Br), namun mempunyai mutu yang sangat baik.
  • Rambung, Kopi Rambung dicirikan oleh buahnya yang besar dan panjang, buah dan bijinya paling besar di antara kultivar kopi arabika yang ada di Dataran Tinggi Gayo, namun jenis ini sudah mulai jarang dijumpai, karena varietas ini memerlukan tempat yang lebih lebar karena pertumbuhannya yang begitu pesat.
  • Sidikalang, Varietas ini sangat rentan terhadap penyakit karat daun, tumbuh di ketinggian 1.200 – 1.500 m dpl. Varietas ini mempunyai mutu yang sangat baik sehingga sangat disukai oleh konsumen di luar negeri.
  • Kopi Jember (Lini. S), varietas ini banyak di tanam pada ketinggian sedang (800 – 1000 m dpl), tahan terhadap penyakit Karat Daun, rentan terhadap serangan hama bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei. Ferr) dan hama penggerek batang (Zeuzera Coffeae), selain itu varietas ini juga mempunyai mutu yang kurang baik sehingga sudah mulai ditinggalkan oleh petani.
  • Kopi Tim Tim Arabusta, Varietas ini berasal dari Timor Timur yang merupakan hasil persilangan alami antara kopi arabika dengan kopi robusta, mempunyai mutu fisik biji yang sangat bagus namun tidak disukai oleh konsumen di luar negeri, karena citarasanya masih diturunkan dari kopi robusta.
  • Ateng Jaluk (Catimor Jaluk), Varietas ini oleh masyarakat tani lebih sering menyebut dengan nama kopi Ateng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *