DIET ALAMI DENGAN KOPI

Banyak orang yang mengeluh dan mengkhawatirkan tentang berat badan, Selain karena efek samping dari kelebihan berat badan tersebut maupun dilihat dari segi kasap mata pada orang tersebut yang membuat dirinya tidak percaya diri. terlebih lagi bagi orang yang telah memasuki usia 40 tahun, tanda-tanda akan datangnya gejala penyakit degeneratif mulai terlihat, Seperti gejala asam urat dan naiknya kadar kolestrol. Apabila penyakit itu dibicarakan dengan dokter, sarannya kalau tidak diet tentu olahraga.

Beberapa teman yang ingin langsing secara instan tidak segan-segan meminum obat herbal atau jamu yang dijual bebas di pasaran. Efeknya, mereka mengalami diare akut, bahkan ada yang terkena dehidrasi. ujung-ujungnya, mereka harus opname di rumah sakit. Malah, ada kisah seorang yang justru mengalami komplikasi gagal ginjal.

Ada beberapa tradisi  dalam meminum kopi dikalangan warga Tanoh Gayo, ada istilah “Perapat”. Maksudnya “Perapat ” adalah menu penutup agar nasi yang sudah ada di dalam perut makin padat dan kenyang. makanya setelah makan tuan rumah pasti menghidangkan kopi yang berguna sebagai “Perapat”  makanan dalam perut.

Menurut Katherine Zeratsky, RD,. LD, ahli nutrisi dari Mayo Clinic. Ia menjelaskan bahwa kafein dapat membantu sedikit menurunkan berat badan atau mencegah kenaikan berat badan (Kompas.com, 6 Desember 2011). Sebagaimana diketahui, kopi merupakan sejenis minuman yang mengandung kafein. Untuk kopi Arabika (biji besar), kadar kafeinnya sebesar 1,1% dari beratnya, sedangkan untuk kopi robusta  (biji kecil), kadar kafeinnya adalah 2,2% dari beratnya, meskipun kadar kafein kopi arabika lebih rendah, aroma lebih harum dan rasanya lebih kuat.

dengan demikian membiasakan minum secangkir kopi pahit jenis arabika sebelum sarapan pagi, makan siang, makan malam. Dampaknya dapat menggagalkan seenak apapun makanan yang tersaji  karena pengaruh minum kopi sebelum makan, memamng berat badan tidak turun secara signifikan, tetapi telah berhasil menekan lojakan kenaikan berat badan, mereka yang belum terbiasa minum kopi sebelum makan akan merasakan perih dilambung. sebaiknya, bagi mereka yang ingin mencoba tekhnik menurunkan selera makan dengan cara ini, konsumsilah kopi arabika tanpa gula. selamat mencoba!

Sumber: “Syukri Muhammad Syukri. Hikayat Negri Kopi, 2016, PT Gramedia Jakarta”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *