Arabika Gayo Dinilai Sebagai Kopi Terbaik Dunia

Arabika Gayo yang menjadi salah satu varietas kopi terbaik kembali mendapat pengakuan dari pengamat asing, terutama dari anggota Specialty Coffee Association of Europe (SCAE). Mereka menyebut sebagai kopi terbaik dunia, mulai aroma sampai cita rasa yang luar biasa.

Tim asosiasi kopi dari Eropa dan Asia yang tergabung dalam SCAE, menjelajahi kebun kopi Arabika Gayo di Kecamatan Bies, Aceh Tengah. Tim SCAE yang berjumlah 19 orang dari 11 negara ini, melihat langsung perkebunan kopi arabika serta akticitas para petanikopi.

Sebelumnya, tim SCAE ini tiba di Kota Takengon  langsung dijamu oleh Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah di Pendopo Bupati Aceh Tengah. Para tamu dari berbagai negara ini juga melakukan pertemuan dengan para pelaku kopi dan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun kopi.

Tim SCAE yang berasal dari berbagai negara ini, mengaku kagum melihat kondisi Dataran Tinggi Gayo (DTG) yang merupakan daerah penghasil kopi Arabika terbesar di Indonesia. Bahkan, sebagian diantaranya sempat menikmati beberapa gelas kopi arabika. Salah satunya, Colin Smith asal Inggris.

Menurutnya, kopi arabika gayo memiliki cita rasa yang khas, berupa aroma buah-buahan dan terasa lembut. Sehingga, sebutnya, patut jika dikatakan arabika Gayo merupakan kopi berkualitas terbaik di dunia. “Kopi arabika yang kita minum ini sudah sangat nikmat, apalagi kalau kopi luwak, saya rasa sudah sangat luar biasa,” aku Colin Smith melalui seorang penerjemah.

Saat ditanyai kesan pertama selama menempuh perjalanan dan kunjungan di Aceh Tengah, Colin Smith mengaku sangat terkesan karena semua yang ia dapati berbeda jauh dengan suasana di negara asalnya. “Kesan saya, semua serba berbeda dari Inggris, berbeda dengan suasana di Eropa,” ujar ketua rombongan yang juga mantan presiden SCAE ini.

Sedangkan Sergiy Reminny asal Ukraina juga tampak menikmati kopi Gayo, bahkan ia tidak pernah menolak setiap kali ditawari. Bahkan saat ditanya perbandingan cita rasa kopi Gayo dengan kopi yang berasal dari negara lain, misalnya Brazil, Reminny memberikan penlaian lain. “Jadilah diri sendiri. Jangan banding-bandingkan,” ujarnya sambil meneguk kopi yang dihidangkan buat dirinya beserta rekan-rekannya.

Di tempat terpisah, Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, mengatakan, kehadiran Tim SCAE ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan lebih jauh kopi arabika Gayo. Tentunya dari hasil kunjungan ini, permintaan kopi arabika Gayo, akan lebih meningkat di pasaran Eropa. “Ketika permintaan meningkat, tentunya harga kopi arabika Gayo semakin membaik dan petanikita juga ikut sejahtera,” kata Nasaruddin.

Sementara itu, dalam kunjungan tim SCAE selama beberapa hari, di antaranya mengungunjungi pabrik kopi Baburrayan di Kecamatan Pegasing. Para pebisnis kopi ini, juga sempat menikmati pemandangan alam dari kawasan Pantan Terong.(my)

Sumber: http://aceh.tribunnews.com

KOPI GAYO AMAN KUBA COFFEE

100gr

Grade -5

Rp 20.000,00

Grade-5

Grade -5

Rp 54.000,00

100gr

Grade -5

Rp 20.000,00

250gr

Grade -5

Rp 45.000,00

250gr

Grade -5

Rp 45.000,00
Rp 25.000,00
Rp 25.000,00
Rp 58.000,00
KLIK DAFTAR AGEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *