COFFEE ORIGIN: RASA KLASIK DARI ACEH, KOPI GAYO

Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan memiliki beragam jenis keunikan, mulai dari budaya, adat istiadat, kuliner khas, bentangan alam nan indah hingga hal unik lainnya. Tak hanya itu, kota ini dikenal juga sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika terbesar tak hanya di Indonesia, namun juga di Asia dengan kualitas kopinya yang baik di level dunia. Kopinya yang lebih dikenal dengan sebutan “kopi gayo” juga menjadi kopi favorit banyak orang.

Aceh merupakan salah satu kota penghasil kopi arabika berkualitas baik di Indonesia dengan nama asal (origin) yang paling sering digunakan yaitu “Aceh-Gayo” karena karakteristik aroma dan rasa kopinya yang khas, tapi apakah kita sebenarnya tahu secara lebih rinci mengenai origin Gayo tersebut. Perlu dicatat bahwa daerah-daerah yang memiliki peran sebagai penghasil kopi dari Aceh berada di Dataran Tinggi Gayo. Dataran Tinggi Gayo adalah daerah yang ada di bagian dari punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera. Di dataran tinggi tersebutlah kopi-kopi berkualitas dari kota Aceh berasal. Sesuai dengan namanya, Dataran Tinggi Gayo memang dianugerahi dengan topografi yang begitu cocok untuk tumbuh dan berkembangnya kopi karena ketinggian rata-rata idealnya kopi arabika tumbuh diatas 1000 mdpl dan didukung pula dengan kondisi tanah yang subur. Ya, kondisi tanah di Dataran Tinggi Gayo adalah vulkanik, jenis tanah yang memiliki unsur hara tinggi, berasal dari proses vulkanisasi gunung berapi yang banyak terdapat di Aceh, salah satunya berada di Lukup Sabun, Bandar Lampahan, Simpang Balik, Kabupaten Bener Meriah.

Hal tersebut membawa impact terhadap kualitas aroma dan rasa kopi yang dihasilkan. Tapi sebelum menguak lebih jauh tentang karakteristik khas yang dimiliki kopi dari tanah Sumatra khususnya Aceh, pembaca perlu untuk mengetahui informasi tambahan mengenai dua perusahaan yang bergerak di industri kopi.

21

Jika pembaca mengenal salah satu perusahaan yang bergerak di bagian hilir perindustrian kopi, memiliki gerai-gerai coffee shop di lebih dari 20 negara yang ada di dunia dan memiliki pusat lokasi di Seattle, Washington, merupakan perusahaan yang menggunakan kopi arabika dari Dataran Tinggi Gayo dan diberi nama Sumatra sebagai salah satu produk unggulannya.

Lalu contoh lainnya, sebuah perusahaan yang lebih banyak bergerak di bagian hulu industri kopi sebagai green supplier (penyalur/penyedia biji kopi mentah), coffee roasting supplies (penyalur/penyedia biji kopi sangrai) yang berlokasi tepatnya di 2823 Adeline Street, Oakland, California juga memilih/menggunakan kopi arabika dari Dataran Tinggi Gayo dan ikut memberi nama Sumatra  untuk salah satu produknya.

Kondisi alam dari Dataran Tinggi Gayo memberikan pengaruh besar terhadap kualitas dari aroma dan rasa kopi yang dihasilkan. Karakteristik aroma dan rasa kopi gayo akan membawa kita menyentuh pengalaman sensori yang khas berupa sensasi bebungaan (floral notes) seperti teh hitam atau juga rempah-rempahan (spicy notes) seperti ginger, clove hingga lemongrass juga sensasi lainnya sesuai dengan masing-masing individu yang menikmatinya. Bahkan tidak hanya itu, karakteristik aroma dan rasa yang umumnya akan kita temukan di kopi-kopi yang berasal dari wilayah lainnya di Indonesia seperti Bali dengan tasting notes khas seperti citrus/orange atau kopi-kopi dari wilayah Amerika Latin seperti Kolombia dengan tasting notes khas seperti dried-fruit seringkali dapat juga kita jumpai saat menikmati kopi dari Aceh-Gayo tersebut.

Sumber: tanameracoffee.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *